Rejeki

rejeki2

“Habis mas..”, begitu ucap perempuan paruh baya tersebut ketika ada dua pemuda berboncengan motor yang berhenti di depan warung tendanya. Hmm..berarti dada dan kepala ayam yang sedang saya tunggu untuk digoreng itu adalah dagangan terakhirnya. Entah kenapa saya senang mengetahui dagangan perempuan ini habis, bukan..bukan karena dia ada hubungan darah dengan saya, apalagi karena saya ada main dengan perempuan penjual ayam goreng/bakar itu, rasa senang itu semacam empati yang datang secara tiba-tiba dalam diri saya. Berarti jerih payahnya mempersiapkan dagangan sejak pagi(mungkin) terbayar lunas, berarti pula dia berhasil membawa pulang sejumlah uang untuk menambah pendapatan keluarganya.

Tiba-tiba suara gamelan jawa yang rancak menyeruak di sela-sela suara deru kendaraan bermotor. Dua orang pengamen dengan kostum penari kuda lumping beraksi di warung tenda itu. Satu orang membawa semacam tape komplit dengan speaker besar yang tidak memberi kesempatan suara bass dalam output suaranya, sedangkan seorang lagi membawa kuda kepang dan menari alakadarnya di depan orang-orang yang sedang menikmati makanan di warung itu.

Ada sebuah benang merah yang menghubungkan antara penjual ayam tersebut dengan pengamen kuda lumping. Mereka sama-sama sedang mengumpulkan rejeki untuk hidup mereka. Rejeki memang ada dimana-mana. Rejeki ada untuk siapa saja. Tentunya dengan syarat orang tersebut mau berusaha. Bahkan orang yang menang lotre pun harus bersusah payah berangkat membeli kupon lotre dan memikirkan nomer yang akan mereka pasang. Jadi jangan harap mendapatkan banyak rejeki hanya dengan lungguh jegang, ngopi, udud, dan kukur2 dengkul tiap pagi di rumah.

Sama halnya dengan beberapa waktu yang lalu saat diadakan rekruitmen calon pegawai pemerintah. Ada yang rela menyebrang ke propinsi tetangga, bahkan menyebrang ke pulau tetangga untuk memperebutkan posisi terhormat tersebut. Semua itu demi mengejar rejeki tadi dan juga sekaligus menaikkan status sosial mereka dalam masyarakat.

Rejeki bagi saya pribadi sama halnya dengan beol dipagi hari. Kadang bisa banyak, kadang sedikit, dan kadang malah tidak beol sama sekali. Semua tergantung input pada hari sebelumnya. Kalo inputnya banyak keluarnya juga banyak, kalo inputnya sedikit ya cuma sedikit juga keluarnya. Artinya banyak sedikitnya rejeki yang saya dapat berbanding lurus dengan usaha yang saya lakukan.

Trus kalo ada yang bilang, “ Kalo saya banyak sedikit rejeki yang masuk tergantung besar kecilnya duit rakyat yang saya embat”, atau “Kalo saya sedikit banyaknya rejeki tergantung besar kecilnya kasus yang saya makelari..boleh kan mas??”, boleh-boleh saja…ya saya cuma mau mendoakan agar sampeyan gak bisa beol dengan lancar tiap pagi..hahaha…

Selamat buat sampeyan semua yang kemarin berhasil lolos dalam seleksi menjadi pegawai pemerintah, bagi yang belum lolos saya doakan lolos pada kesempatan selanjutnya. Bagi yang tidak lolos-lolos juga, ingat bahwa rejeki itu ada dimana saja.

Sang Pembisik

untitled
Saat kaki melangkah memasuki gerbong kereta Prambanan Ekspres di stasiun Wates, tengok kiri kanan masih ada beberapa bangku yang kosong, entah apa yang membawa saya duduk di samping pemuda umur belasan yang duduk dengan menaikkan kaki di bangku kereta (istilah jawanya jegang), dan arah duduknya juga searah dengan laju kereta yang otomatis membuat kakinya hampir mengenai saya. Sekilas saya tatap pemuda wagu itu, dia sedang asik melihat pemandangan di luar kereta yang sedang melaju sedang.
Suara 1 : Asu..!!! Ndeso..!! lungguh sak geleme dewe..apa gak pernah diajari tatakrama sama orangtuanya??!! Egois..ra sopan…
Suara 2 : Mungkin saja dia tipe orang yang merasa mual kalo naik kendaraan dengan duduk menyamping, jadi dia harus menyesuaikan duduknya dengan arah laju kereta

Sampai stasiun Tugu Jogja, jumlah penumpang yang turun tidak sebanding dengan yang naik. Harus sedikit menggeser posisi duduk saya untuk memberi tempat pada seorang wanita dengan kaos pink dan memakai masker untuk menutupi mulut dan hidungnya. Wanita itu membawa travelbag guede warna biru yang menambah sesak kereta, di dekat pintu malah ada om-om yang membawa TV ukuran 21 inch, jadi berasa di kereta barang ni, pikir saya.
Beberapa menit menjelang kereta akan berangkat, tiba-tiba seorang pemuda (lagi-lagi) memaksakan untuk duduk diantara saya dan wanita itu. Hmm..okelah pikir saya, namanya juga transportasi umum.
Ternyata kereta agak molor dari yang dijadwalkan, sudah 6-8 menit duduk berdesakan namun blom juga pintu ditutup tanda akan berangkat. Perhatian saya jadi tertuju pada pemuda yang ndesel-ndesel duduk diantara saya dan wanita berkaos pink itu. Dandanannya khas pemuda masa kini, potongan rambut perpaduan antara Sasuke dengan Andhika Kangen Band, celana jeans skinny, kaos distro, dan jaket distro yang waktu itu cuma ditentengnya. Saat mata tertumbuk pada alas kakinya, alamak..sandal jepit swallow biru buluk menjadi alas kaki yang gak kalah buluknya.
Suara 1 : hmm..masnya ini bener-bener korban mode, heran kok rambutnya isa dibikin kayak gitu..gek iki mambu opo ya?? wangine kok aneh ngene.. jadi penasaran minyak rambute masnya itu apa…
Suara 2 : Heh Su..!!!lha mbok biarin orang mau dandan kayak gimana..coba lihat kamu sendiri, kaos oblong, jeans dekil, sendal njagong(istilah saya untuk sandal dengan potongan resmi), potongan rambut gak trendi, minyak rambut murahan…kmu gak lebih baik dari dia!!!
Suara 1 : Setidaknya aku gak banyak tingkah, sok tengil, sok modis…
Suara 2 : Itu kan menurut kamu…!!!

Akhirnya pintu kereta menutup secara otomatis, dan dengan sedikit hentakan kereta mulai berjalan pelan tanpa mempedulikan kedua suara hati saya yang masih saja berdebat. Tidak sampai 5 menit kereta memasuki Stasiun Lempuyangan, pemuda dengan dandanan aneh itu turun…!!!!!……. yap benar, dia turun di Stasiun Lempuyangan setelah sebelumnya naik dan memaksakan duduk berdesak-desakan dari Stasiun Tugu yang memakan waktu tidak lebih dari 5 menit saja.
Suara 2 : woooggghh…!!!!!jebul  nyat kampreettt cah kuwi…kalo cuma mau turun di Lempuyangan knapa gak berdiri aja??
Suara 1 : Andyani kok…

Selepas dari Stasiun Lempuyangan tempat duduk menjadi lumayan lega, namun hanya beberapa saat saja ketika wanita berbaju pink itu bilang “Sini dong..!!”. Panggilan itu ditujukan pada om-om yang membawa tv tadi.  Segera om-om berkumis tipis dan berdandan perlente itu duduk disamping sang wanita berbaju pink, kereta pun melaju lagi dengan pelan.
Meski memakai masker yang menutup sebagian wajahnya, namun saya mengira kalo umur wanita itu masih muda, terlihat dari kulitnya yang masih kencang, suaranya, dan cara berdandannya juga masih seperti anak muda masa kini. Tanpa malu dan sungkan si wanita memeluk dan menggelendot manja kepada om-om itu, dengan nada bicara yang tak kalah manjanya.
Suara 1 : Tak salah lagi, perempuan ini pasti istri simpanan dari lelaki ini.
Suara 2 : Dari mana kamu tau?
Suara 1 : Hanya orang bebal saja yang tidak tahu, lihat caranya bermanja-manja, lihat barang bawaannya, travelbag besar itu isinya mungkin pakaian dan perlengkapan hidup lainnya, sedangkan tv yang dibawa om-om itu adalah juga milik perempuan ini. Kesimpulannya perempuan ini sedang pindahan, mungkin tempat tinggal yang lama sudah diendus keberadaannya oleh istri tua om ini.
Suara 2 : Bagaimana kalo ternyata ini anaknya?
Suara 1 : Anak?? Apa kamu gak bisa membedakan dari caranya bersikap dan bertutur kepada om-om itu? Sigh…kamu sungguh naif sekali..
Suara 2 : hmm..mungkin ada benarnya juga, tapi bukankah itu bukan urusanmu?? Kenapa orang selalu tampak salah dimatamu?
Suara 1 : lho inikan cuma didalam hati saja, jadi bebaslah kita mau ngomongin orang kayak apa..
Suara 2 : bener mas bro…salaman sik…btw lihat orang yang berdiri didekat pintu itu, bukankah orang itu mirip dengan Titus?
Suara 1 : Titus?? yang sering nongkrong di TBS itu?? benar juga…mau disapa ndak??
Suara 2 : Pura-pura ndak lihat aja lah, lagian belum tentu itu benar si Titus..
Suara 1 : Oke mas bro…

Tidak terasa kereta memasuki stasiun Klaten, dan pasangan kontroversial itu pun turun. Ternyata bukan hanya saya saja yang memperhatikan, tatapan aneh orang-orang mengiringi turunnya pasangan itu di Stasiun yang bercat hijau itu. Selepas dari Klaten tidak ada hal yang menarik lagi, dan saya pun membenamkan konsentrasi saya pada tabloid bola yang tadi saya beli, lumayan bisa jadi peredam dosa daripada cuma mbatin uwong ra jelas.

*) Semua kejadian adalah benar adanya, sesuai dengan yang saya temui pada perjalanan saya menuju Solo hari Senin(09/10) kemarin. Bagi yang belum pernah naik kereta Pramex silahkan mencoba, banyak hal menarik dan unik yang bakal sampeyan temui. Salam hangat selalu.

Dialog (Imajiner) SBY dan Tukang Nggunem

sby-dan-tukang-nggunem1

Di sebuah tempat ngopi yang temaram dengan cahaya lampunya, ditingkahi suara alunan musik jazz yang membuai angan.

Tukang Nggunem : Weh Pak Beye…apa kabar Pak?? Lama gak jumpa..

SBY (sambil tersenyum kharismatik) : E..dik Tukang Nggunem..alhamdulillah baik-baik saja, iya lama gak ketemu dik Tukang Nggunem (sambil mengingat-ingat kapan pernah ketemu)

Tukang Nggunem : Mari silahkan duduk Pak..

SBY : Lha memang saya sudah duduk dari tadi, kan duluan saya datangnya..

Tukang Nggunem : Hahaha..Pak Beye ini memang suka bercanda.. (sambil menepuk pundak SBY dengan akrabnya)

SBY : Karepmu lah le… (memberi isyarat pada paspampres untuk mengokang senjata)

Obrolan terhenti dengan datangnya seorang pelayan yang menyodorkan menu, dan seperti biasa Tukang Nggunem memesan daftar menu paling atas, bukan karena itu favoritnya tapi lebih karena itu yang termurah..

Tukang Nggunem : Boleh nanya gak Pak Beye?

SBY : Kalo saya bilang nggak boleh apa situ mau nurut??

Tukang Nggunem : Hahaha…baiklah kalo Bapak memaksa(??!!), gini lho Pak…kenapa banyak hal-hal yang kontroversial yang terjadi diawal kepimpinan Bapak periode ini?

SBY (sambil melipat freemagz DolankeSolo yang sedari tadi dibacanya) : Maksud dik Tukang Nggunem?? Tolong kalo bicara itu yang jelas, katanya anak komunikasi, ngomong kok gak jelas gitu, pasti belum lulus ya??

Tukang Nggunem : Soal saya lulus kapan itu urusan saya sama Tuhan dan Pembimbing saya Pak..maksud pertanyaan saya tadi gini lho, kan banyak tu kasus-kasus yang mencuat di media massa, seperti Menkes yang baru yang katanya titipan pihak asing, trus soal bank yang bermasalah itu kelanjutannya gimana, dan ada lagi soal ketua majelis tertinggi Negara yang kesulitan membaca, trus soal ayat tembakau yang hilang ditengah jalan…

Obrolan kembali terhenti dengan datangnya pesanan secangkir kopi dengan bonus senyum manis sang pelayan yang sayangnya laki-laki…

SBY : Jadi begini Nak…soal menkes yang kontroversial itu saya tegaskan di sini bahwa tidak ada itu yang namanya titipan-titipan dari Negara asing atau apalah, HOAX itu, memangnya saya babysitter??semuanya sudah melalui prosedur dan standar yang benar, jadi tidak perlu risau soal itu..

Tukang Nggunem : Siapa bilang saya risau Pak?? saya cuma nanya kok…

SBY : Rasah crewet sik, rungokno wae.. lalu soal Bank bermasalah itu bukankah semua sudah jelas, sudah ada tersangka dan sudah dalam proses hukum, biarlah hukum yang menyelesaikannya..

Tukang Nggunem : Yakin bisa selesai Pak??

SBY : Lha po dik Tukang Nggunem bisa menyelesaikannya?? Kalo bisa ya silahkan aja..

Tukang Nggunem : lha saya kan cuma nanya Pak, menggunakan hak saya sebagai warga negara untuk mendapatkan informasi, apa ndak boleh??

SBY : Assshh mboh…tak dupak tenan lambemu nek crewet dewe ngono… saya teruskan ndak ini penjelasan saya?

Tukang Nggunem : LANJUTKAN..!!!

SBY : Sampe mana tadi, o iya soal Pak TK yang salah nyebut nama saya sampe 3 kali dan salah juga nyebut nama pak Habibie, ya mungkin karena demam panggung saja, maklum saja Pak TK kan sering gak menghadiri sidang dewan, jadi mungkin dia lupa tata caranya, ya mau gimana lagi, namanya juga manusia, ada kalanya salah, ada kalanya lupa, untungnya sidang yang harus dipimpin pak TK paling gak cuma setahun sekali, jadi semoga saja tidak membebani Pak TK, kasian beliau sudah sepuh dan harus berseberangan pendapat dengan istrinya di rumah..

Tukang Nggunem : Ooooo…jadi begitu ya Pak… (sambil mbatin kok jawabannya normatif dan wagu sekali)

SBY : Lalu mengenai ayat tembakau yang hilang itu, memang ada beberapa pihak yang tidak menginginkan ayat itu ada, namun saya yakin kalau hilangnya ayat kedua dalam pasal 113 undang-undang kesehatan itu semata terjadi karena masalah teknis saja

Tukang Nggunem : Mmmm…begitu to Pak, boleh kan kalo saya tidak puas dengan jawaban-jawaban Bapak?

SBY : Lha yo karepmu…mau percaya ato ndak itu urusanmu…

Tukang Nggunem : Ya sudahlah Pak, Bapak sudah cukup lama menyita waktu saya, mendingan saya ngrampungke sekripsi saya yang sudah dua bulan gak rampung-rampung ngeprintnya.. Tolong sekalian pesenan saya ini dibayari ya Pak, besok gantian saya yang mbayari wes..

SBY : Wooogghhh…lha yang nyamperin duluan itu siapa?? kok malah jadi nuduh saya menghabiskan waktumu?? kampret…!!! cuma mau ngopi gratisan aja pake banyak cing-cong..ciyeleeeng kowe!!!

Lebaran dan Noordin M Top

Lebaran selalu saja indah bagi semua umat muslim. Berbagai macam pemaknaan lebaran bagi masing-masing orang; lebaran adalah mudik ke kampung halaman, lebaran adalah bisa bebas makan-minum lagi di siang hari, lebaran adalah opor ayam dan ketupat, lebaran adalah perayaan kemenangan setelah bertarung dengan hawa nafsu selama sebulan penuh di bulan ramadhan. Sah-sah saja setiap orang memaknai lebarannya sendiri-sendiri, toh pada hakekatnya lebaran adalah sebuah pencapaian individu(apapun itu) setelah sebelumnya harus berlapar-lapar dan berhaus-haus sebulan penuh dibulan ramadhan.

Pencapaian bangsa Indonesia dipenghujung ramadhan ini sangatlah pantas untuk diapresiasi. Setelah bertahun-tahun berada dalam bayang-bayang teror bernama Noordin M Top, akhirnya bangsa Indonesia bisa sedikit bernapas lega setelah sang teror dilumpuhkan, dimatikan lebih tepatnya, di Solo, Jawa Tengah. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi bangsa Indonesia, dan mungkin juga menjadi pencapaian bagi Noordin M Top sendiri. Mungkin telah tercapai pula keinginan Noordin untuk bisa syahid di jalan Alloh SWT, versi kelompok mereka tentu saja. Jadi menurut saya tidak ada yang menang mutlak dan tidak ada yang dikalahkan dalam proses penggrebekan Noordin M Top di Mojosongo Jebres Solo kemaren. Itu hanyalah semacam win-win solution bagi semua pihak.

Jadi memang betul kalau dikatakan bahwa ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Buktinya ramadhan tahun ini semua pihak senang, karena semua pihak menang. Yang teroris diuntungkan karena dengan mati mereka dapat masuk surga, sedangkan pihak polisi diuntungkan karena berhasil melaksanakan tugas mereka dan mendapat penghargaan pula, rakyat Indonesia juga diuntungkan karena setidaknya bisa menjadi tenang ketika akan check in atau beraktifitas di hotel-hotel yang berbau amerika. Gusti Alloh SWT memang maha pemurah dan penyayang, semua dilimpahi berkah di bulan suci ini, tanpa pandang bulu.

Akhirnya dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, saya pribadi sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan yang melekat, mengucapkan selamat merayakan lebaran : MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

ilustrasi gambar by : Jendra Kumaraseta

Susahnya Bersyukur

Sudah lama banget saya nggak terlanda perasaan macem ini. Perasaan dimana membuat jantung seakan berhenti berdegup dan mendirikan bulu roma (btw ada yang tau knapa dikasih nama bulu roma??). Seketika seluruh tubuh merespon perasaan itu dengan berbagai macam cara, tiba-tiba perasaan itu mengingatkan betapa saya ini sudah begitu jauh melupakanNya, melupakan segala nikmat yang telah diberikanNya, dan segala kemudahan yang seakan mengguyur kehidupan saya hari demi hari. Beliau ini yang tiap hari kita puja-puja dan kita sembah, seringkali mengirimkan pesanNya melalui cara-cara yang sama sekali tidak terduga. Beliau memang super misterius, nggak ada satu manusia pun yang bisa menebak apa skenario apa yang akan Beliau mainkan pada hidup kita. Bahkan satu detik ke depan pun masih merupakan misteri terbesar bagi kita yang hanyalah makhluk lemah ini.

Cukup sepele memang, hanya dari sebuah tayangan televisi saja saya merasa cukup tertampar dengan keras. Entah kenapa saat itu saya yakin banget bahwa Beliau mengirimkan tayangan itu khusus untuk saya, untuk menyentil hati nurani saya. Tayangan tentang perjuangan anak-anak SD dari keluarga nelayan yang harus menyeberangi pulau, membawa bekal makanan dan pakaian karena harus menginap agar bisa mengikuti ujian akhir sekolah dengan lancar. Saya lupa di daerah mana kejadian itu, yang saya ingat adalah stasiun tv yang menyiarkan berita itu adalah MetroTv. Wajah-wajah polos dengan jawaban lugunya ketika diwawancarai tidak menampakkan raut muka yang kesusahan, namun lebih menyiratkan semangat karena akan menghadapi ujian akhir di sekolahnya.

Seketika saya seakan disuruh berkaca, membandingkan nasib anak-anak itu dengan nasib saya. Berbagai fasilitas kemudahan mengelilingi hidup saya. Kendaraan meski butut saya punya, keuangan meski gak banyak-banyak amat tapi bisa menjamin saya gak bakal kelaparan, penginapan (kos-kosan) meski tidak mewah juga cukuplah buat berteduh, belum lagi dengan fasilitas-fasilitas penunjang lain macem laptop, koneksi internet, kamera, dll. Disinilah letak kelemahan manusia, ketika berbagai kemudahan mengakrabi hidupnya, lupa deh dengan yang namanya bersyukur. Bahkan untuk menunaikan kewajiban 5 kali sehari saja hanya sekedar buat sah-sahan saja. Kalimat istighfar langsung meluncur dari mulut saya, seketika itu juga saya menjadi merasa kerdil dan bukan apa-apa tanpa campur tanganNya. Saya bukanlah orang alim, bukan pula jebolan pondok pesantren manapun, saya hanyalah manusia yang beragama dan mempercayai bahwa ada sebuah zat super power yang mengatur kehidupan di alam semesta ini.

Yah semoga saya dan sampeyan semua senantiasa menjadi manusia yang bisa bersyukur dengan apa yang telah kita terima. Percayalah meski nampaknya keberhasilan itu adalah karena usaha keras sampeyan, namun campur tangan dari yang di atas sana lah yang menentukannya. Terimakasih kepada kedua orangtua saya yang telah memberikan lingkungan keluarga yang agamis kepada saya. Setidaknya saya tau kemana harus kembali ke jalan yang semestinya ketika saya sudah merasa begitu jauh tersesat.

Next Page »
  • Recent Posts

  • Recent Comments

  • Teman Nggunem

  • ACHILES
  • AFIE Bengawan
  • AGAZTYA
  • AGUNG BEJO
  • AKI GAUL
  • ANANGKU
  • ANDY MSE
  • ANDRI JOURNAL
  • ANI'S BLOG
  • ARCHITECTURAL CORNER
  • ARDYANSYAH
  • ARIELZ CORNER
  • AYAH SYIFA
  • BANG DHIKA
  • BAYU ADITYA
  • BEJOMULYO
  • BELAJAR NGEBLOG
  • BERBAGI BERSAMA
  • BERITA ANEH
  • BINTANG TERASING
  • BISNIS INTERNET
  • BOLASINEMA
  • BLOGNYA IKHSAN
  • BLOGBABEH
  • BLOGSONER
  • BRONTO
  • BUKU GRATIS
  • CALVIN ALEXANDER
  • CAPOEIRA
  • CARAKOE
  • CEBONG
  • CEBONG'S NOTEZ
  • CERITA SENJA
  • CHEVOTLAND
  • CIAMIS MANIS
  • dTEEPZ
  • DANIEL M GINTING
  • DIAN HERLINAWATI
  • DJOKO SANTOSO
  • DOLLAR FOR ALL
  • DON LENON WATES
  • DONY blogspot
  • DONY wordpress
  • DUNIA VINA
  • DUSUN SENJA
  • EAGLE
  • EL NINO 9
  • ELLYASA
  • FACHRY LATIEF
  • FAMOUS ROCK
  • FANABIS
  • FARRIEZT
  • GAMBAR HIDUP
  • GAJAH PESING
  • GENTHO KELIR
  • GORESAN GELLY
  • GORESAN NGAWUR
  • GRATISAN MANIA
  • GUDANG KREATIFITAS
  • HALAMAN PUTIH
  • HETPARD INFO
  • HILMAN PRIBADI blog
  • ICHAAWE
  • IGW TEAM
  • ILALANG BERBISIK
  • IMAN BROTOSENO
  • INDO-TRANS
  • INDUNGG.COM
  • INFO COM&INTERNET
  • JADMIKOZ
  • JALOE
  • JIE
  • JUDITH blog
  • KANG DWI TEGAL
  • KARTUN UNITED
  • KERITIK KENTANG
  • KERTAS BIRU
  • KICKOFF newsletter
  • KOBOI URBAN
  • KOLEKSI MP3 INDONESIA
  • KOMUNITAS BANTU MEMBANTU
  • LIFE BY YOUR HAND
  • LIPUTAN ONE
  • LINTANG LANANG
  • LOVELY DEE
  • LYLA DIARY
  • M2M
  • MA' NEWS
  • MASCAYO
  • MATA TELINGA
  • MAYNANDA
  • MEGONOSANGIT
  • MUSIK HANDAL
  • MY JUICY BLOG
  • MY LIFE MY STORY
  • NAKURAGEN
  • NANA blog
  • NATALUDIN
  • NDUESO
  • NGATINI
  • NGELAMUNISTA
  • NOPEE
  • NURWITA SITE
  • OKE EDUCATION
  • PANDUAN MARKETIVA
  • PESISIRAN KIDUL
  • PICTUBLOG
  • PINGIN NGEBLOG
  • PIPIET
  • PITSHU
  • PLUS SHARE
  • PROGRAM AFILIASI
  • REY Tukang Dolan
  • RIASMAJA weblog
  • RISA
  • RIVERSIDE GARAGE
  • RIZQY File
  • RMY
  • ROGAN
  • RUJAK CINGUR
  • RUMAH MIMPI
  • SAMYONO
  • SANG NANANGING JAGAD
  • SARANG PENYAMUN
  • SARI RAPET
  • SAWALI TUHUSETYA
  • SEEN THING'S
  • SLAMET WIDODO
  • SOLO LOVERS
  • SUARAHIMSA
  • SURYADEN blog
  • SYMPHONY OF LIFE
  • TAMAN HIDUP
  • TERONX
  • The INNER LIGHT
  • The WONDERFUL TOURISM
  • TIO BUDI W
  • TONI JAUHARI
  • TUKANG ARSIP
  • TUKANG KETIK
  • TUKANG RONDA
  • TULISAN RICHO
  • TYAS
  • UANG HEBOH
  • ULLYsukaBINTANG
  • UNIQUE STUDIO
  • VIE
  • WORLD MYSTERIES
  • ZEE