UFO Suruhan Gayus

Well..semakin asik aja hidup di Indonesia ini, hampir tiap hari ada kejutan. Sempat dikejutkan oleh putusan hukuman untuk Mas Gayus yang hanya dapet 7 taon, trus ada lagi kejutan dari Mister Presiden Susilo Bambang Ngudoroso gajinya gak naik-naik selama 7 tahun (kok sama2 angka 7 ya?? jangan-jangan…hayahhh..lekas klenik meneh..), trus ada berita kalo hampir semua daerah dari Sabang-Merauke pejabatnya ada yang kena kasus hukum(rata-rata sih korupsi, dan menurut saya itu sudah bukan lagi kejutan), dan ini ada lagi kejutan terbaru kalo ada UFO yang mampir ke Jogja(daerah Berbah, Sleman tepatnya) dan ninggalin jejak yang kalo di luarnegri sono disebut crop circle itu.

Silang pendapat bermunculan seiring kemunculan karya seni(biarlah saya menyebutnya seperti itu) disawah penduduk itu. Bagi yang skeptis akan keberadaan makhluk dari dunia lain itu tentu akan mencerca habis-habisan dengan sedikit nyinyir pastinya. Namun bagi yang percaya, atau bahkan memuja makhluk dari planet lain, tentu saja akan bersuka cita karena semakin kuat bukti-bukti yang mendukung kepercayaan mereka itu.

Lha kalo sampeyan nanya sikap saya dengan adanya jejak UFO di Berbah Sleman itu, hmm..saya sendiri kok kurang begitu yakin.. dulu saya pernah baca buku yang saya inget banget judulnya “Dialog Dengan Jin Muslim”, karya Muhammad Isa Daud, disitu sempat disinggung tentang UFO, yang katanya tidak ada itu yang namanya UFO/Alien, benda terbang yang menyerupai piring itu hanyalah reka-rekane Jin kafir aja yang berusaha mempertipis keimanan manusia terhadap Tuhan, itu yang ngomong om Jin muslim yang diwawancarai lho. Dan sialnya saya baca buku itu pas saya masih labil-labilnya dulu, masa-masa SMA kalo gak salah, jadi hal itu cukup membekas dibenak saya. Seiring kedewasaan fisik dan pikiran yang perlahan mulai menghampiri saya, yang sayangnya berbanding lurus dengan terkikisnya keimanan saya, saya mulai teracuni dengan kisah tentang UFO/Alien itu. Belum sampe tahap terobsesi sih, tapi sudah sampe tahap mulai agak sedikit percaya akan keberadaan planet lain yang dihuni makhluk bermata belok dan berjari tiga yang lucu-lucu namun dengan tingkat kecerdasan yang luar biasa jauhnya melebihi umat manusia. Jadi ya itu tadi, saya sendiri gak yakin apa saya percaya kalo itu jejak UFO atau hanya sekedar seniman iseng yang sedang beronani karya di areal persawahan itu.

Konon menurut yang pernah saya baca, badan antariksa Amerika, NASA, udah nemu cara buat berkomunikasi dengan makhluk dari planet lain. Baiklah mari kita mulai saja kekonyolan itu, dan saya masih memakai Gayus sebagai tokoh utama postingan kali ini. Bagaimana kalo ternyata UFO itu datang atas suruhan Gayus buat mengalihkan perhatian khalayak dari kasusnya, jadi sementara orang-orang pada heboh dengan kedatangan UFO itu dia bisa menyusun rencana kembali untuk mempecundangi hukum Indonesia? Bukankah dia sempet bilang bahwa CIA terlibat dalam kasusnya? Bukankah CIA itu temen dekatnya NASA? Dan bukankah hanya NASA yang bisa berkomunikasi dengan mereka?

Jadi benang merahnya seperti ini, si Gayus minta sama kenalannya yang CIA itu (tentu saja bayarlah, orang dia punya unlimitted budget kok) buat njawil si NASA biar disewain UFO satu aja biar mendarat di Indonesia, dan karena biaya untuk mbikin UFO terlihat orang agak mahal, jadi si Gayus ambil yang paket murmer alias murah meriahnya aja, alias cuma diminta ninggalin jejak, ya pokoknya asal bikin heboh aja lah.. walhasil terciptalah crop circle ala Jogja itu. Sayangnya si Gayus agak kurang peka dengan isu yang lg hangat, coba kalo dia gak lupa mesen desain crop circle-nya itu dibikin logo Keraton Jogjakarta, atau tulisan ala anak ABG di tempat-tempat wisata “UFO WAS HERE”, pasti kehebohan bakal bertahan agak lama, hahaha..

Jadi mari kita tunggu aja kehebohan-kehebohan apalagi yang bakal muncul setelah ini, kalo ternyata kembali si Gayus yang bikin heboh, maka sampeyan boleh percaya dengan teori saya tadi, tapi satu hal yang bisa saya pastikan disini, kalo sampeyan sampe percaya semua teori saya itu berarti tingkat kewarasan sampeyan sudah diambang batas untuk diperiksakan ke dokter jiwa..hahaha…

Sekalian saya ucapken selamat datang kepada mas/mbak Alien di Kota Jogjakarta yang istimewa ini, kalo mau cari souvenir maka Malioboro-lah tempatnya, dan mampir juga ke Beringharjo buat belanjain batik anak istri sampeyan. Tapi jangan mampir “jajan” di Sarkem ya..nanti ndak dimarahi Tuhan..

Posted in Bacaan Ringan | 1 Comment

Gayus Sang Satria Piningit??

150391_166508830047025_100000637266535_390008_710573_n

Dulu pernah santer diwacanakan ada sosok Satria Piningit di Negri ini, seseorang yang terpilih untuk memperbaiki keadaan negri yang sedang carut marut, seseorang yang dengan segala kecakapan yang dimilikinya(entah apapun itu) mampu membalikkan keadaan negri yang sedang memasuki jaman kalabendu ini. Bahkan ketika SBY terpilih sebagai presiden, ada yang bilang bahwa mungkin beliaulah yang disebut satria piningit itu. Kini setelah 2 periode kepimpinan SBY pasti orang2 yang dulu sempat berujar bahwa beliau adalah sang Satria Piningit jadi kewirangan, karena ternyata keadaan Indonesia saat ini tidaklah jauh berbeda dengan masa lalu. Harga kebutuhan pokok masih saja melambung, sementara pendapatan masyarakat masih tetap segitu aja, pendidikan dan kesehatan tidak juga menjadi murah, hukum juga masih jauh dari keberpihakan kepada rakyat kecil.

Ditengah morat-maritnya keadaan negri ini, khususnya dalam hal penegakan hukum, muncul sesosok orang tambun yang bernama Gayus Tambunan. Hampir semua orang yang terjamah media pasti mengetahui sosok itu. Tidak ganteng dan tidak bertubuh atletis, juga tidak memegang sebuah jabatan penting di negri ini, namun tidak usah diragukan lagi ketenaran namanya. Semua orang pasti sudah tahu ulahnya kenapa sampai dia harus berurusan dengan hukum. Gayus memang fenomenal, tampang blo’onnya itu mampu mengecoh dan mempecundangi penegak hukum dinegri ini. Dengan setumpuk uang dia membeli dan mempermalukan hukum di negri ini. Tidak diragukan lagi dialah penjahat nomor satu di Indonesia sekarang. Kefenomenalan Gayus bukan hanya dalam hal kekayaannya yang bisa dibilang tidak masuk akal untuk pegawai negri sekelas dia, namun juga cangkemnya yang ceplas-ceplos dan selalu menyeret nama-nama orang penting dalam kasusnya. Sempat terlontar dari mulutnya yang jauh dari sexy itu bahwa dia menginginkan dirinya agar diangkat menjadi staf ahli di kepolisian atau kejaksaan, dan yang paling mutakhir tentu saja pernyataannya seusai sidang vonis bahwa kasusnya telah dimainkan oleh satgas anti mafia hukum yang notabene adalah bentukan langsung Presiden itu.

Kembali ke soal Satria Piningit, bagaimana kalo sekali-kali kita membebaskan imajinasi kita bermain. Mari berpikir sedikit agak keluar dari kotak. Bagaimana kalo ternyata sosok Satria Piningit itu mewujud dalam diri seorang Gayus Tambunan? Bagaimana kalo ramalan itu agak sedikit melenceng, bahwa Satria Piningit bukanlah seorang pemimpin, namun seorang penjahat? yang penting kan hasil akhirnya yang bakal mengubah Negri Ini kembali menjadi negri yang makmur, sentausa, gemah ripah loh jinawi, dan bukan persoalan proses menuju kesananya? kalopun ternyata mulut si Gayus yang berjanji untuk membongkar seluruh praktek mafia pajak di negri ini terbukti kebenarannya, maka hal itu akan menjadi sangat positif bagi perbaikan negri ini. Semua hasil dari pajak yang selama ini dicurangi akan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi dan pendidikan yang akan mengantar negri ini menjadi negri yang jaya. Tentu semua juga harus didukung dengan aparat penegak hukum yang benar-benar berdedikasi tinggi pada profesinya.

Baiklah untuk sementara mari kita tonton dulu drama Gayus ini akan berakhir seperti apa, sambil berharap sang Satria Piningit bakal benar-benar datang dan menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan.

* ilustrasi nyomot dari google, maaf bagi yang merasa memilikinya

Posted in Bacaan Ringan | 1 Comment

Membisu, Membuta, dan Menulikan Diri

abdi-dalemApa sih yang lagi rame sekarang? ato kalo para tweeps bilang yang lagi jadi trending topic gitu.. Gayus dengan ganyang yustisianya, Nurdin yang pantang mundur, Bachdim dengan pacar sexynya, Bu Ani jadi capres atau malah si Ayin yang mulai naik pamor lagi? lha kabarnya Century pripun? nasibnya Lapindo gimana?

Itulah yang terjadi pada saya sekarang, mengurangi, atau kalo boleh sedikit ngeles, secara tidak sadar terkurangi perhatian saya pada hal-hal yang terjadi di luar lingkungan saya sendiri. Baca koran sih masih tetep, tapi tidak seantusias dulu lagi kala menghadapi lipatan rapi koran pagi untuk melahap semua informasi didalamnya. Dan kalo sampeyan mulai ada indikasi seperti itu sebaiknya segera cegah sebelum merasuk ke sanubari sampeyan(uoopppooohhh..!!). Bagi sampeyan yang berniat dan berusaha untuk menjadi blogger yang kaffah, dan berupaya menuliskan “blogger” pada kolom pekerjaan di KTP sampeyan, hal seperti itu bisa sangat merusak produktifitas ngeblog. Sekedar berbagi pengalaman saja, dulu tiap ada berita di koran atau kejadian apa aja yang sedikit menyentil jiwa muda saya (bukan berarti saya sekarang sudah tua, sekedar kata pemanis postingan aja..hehe..) langsung saja hal itu bisa menjadi sebuah postingan di blog yang dari dulu hingga kini masih tetep abal-abal ini. Yang terjadi sekarang boro-boro jadi postingan, pengen tau terusannya aja nggak..

Ada rasa bersalah pada blog ini, pada para pengunjung yang secara tidak sengaja keblasuk atau yang memang sengaja memblasukkan diri ke alamat blog ini(emang ada??), pada seonggok kartu nama blogger yang dulu didapat gratisan berkat blog ini, dan yang paling besar adalah rasa bersalah pada sebuah komunitas blogger di kota Solo yang sampe sekarang masih mencantumkan foto dan URL saya pada daftar agregatornya.

Jujur saya merindukan sosok Tukang Nggunem berblangkon itu, yang dulu bisa setiap saat saya panggil untuk merasuki jiwa saya dan dengan ngawur serta kepedeannya menganalisa(maaf ya lisa) segala hal untuk menghasilkan sebuah postingan keren, setidaknya menurut saya sendiri..hahaha..

Jangan salahkan saya kalo sekarang saya lagi lebih asik nguleng-uleng istri saya daripada berkutat dengan keyboard laptop dekil saya (lha wong saya emang masih terhitung pengantin baru kok), jangan salahkan saya juga kalo lebih bersemangat kala membuka pintu tempat usaha daripada menganalisa kejadian2 yang sedang jadi topik pembicaraan di media-media. Ya, saya sedang membisu, menuli, dan membutakan diri terhadap kejadian2 diluar kepentingan saya sendiri.

Semoga postingan kali ini bisa menjadi awal kembalinya blog ini ke ranah blogosphere(selalu begitu harapan saya pada postingan2 sebelumnya). Terimakasih pada para pembaca setia, atau setidaknya yang membaca dan mengkomen karena pekewuh mergo sudah kenal sama saya, hahaha..sampe jumpa di postingan berikut(semoga), salam hangat selalu..

Posted in Uncategorized | 4 Comments

Rabu Pahing

Ijinkan saya bercerita sedikit, meski saya yakin cerita ini babar blas gak penting buat sampeyan dan sejujurnya ini juga gak begitu penting buat saya, tapi entah kenapa ada dorongan dari dalam hati saya untuk menceritakannya kepada sampeyan. Baiklah, cerita ini bermula dari aktifitas pagi saya yang kali ini memaksa untuk mampir ke mesin anjungan tunai mandiri, yang selanjutnya akan ditulis dengan singkatan ATM saja demi menghemat tenaga saya menunal-nunul keyboard leptop usang ini.

Setelah ngedrop istri, motor segera saya belokkan ke gedung AMC(dulu kampus UMY jl. HOS Cokroaminoto). Dari berderet mesin ATM dengan bermacam logo bank yang mensponsorinya itu biasanya saya memasuki mesin ATM nomer dua dari sebelah kanan, tentu saja pilihan bukan didasarkan dari tingkat dinginnya AC yang sampe bikin kaca ruangan itu berembun, tapi lebih dikarenakan pada bank yang menyeponsori ATM itulah saya dan istri sepakat untuk menitipkan keuangan utama kami. Namun pagi ini saya tergoda untuk memasuki mesin ATM lain yaitu yang paling mepet dengan kantor satpam, hal ini tidak lepas dari provokasi sebuah sms yang masuk beberapa hari sebelumnya yang intinya sudah ditransfer dengan nominal sekian ke rekening saya yang satunya itu.

Di sinilah kesialan itu bermula. Tiba-tiba kartu saya raib ditelan mesin ATM tanpa sempat berbuat apa-apa, oleh satpam AMC saya disarankan menghubungi nomer yang ditempel dengan pigura ditembok, nomernya 14000. Di tengah instruksi dari suara renyah di seberang, tiba-tiba telpon terputus, lha dalah jebulnya pulsa habis..kampreett..dst..dst..sampai akhirnya saya harus berpindah-pindah dari kantor cabang pembantu sampe kantor pusat dan akhirnya balik lagi ke kantor cabang bank pembantu akibat termakan instruksi sok tau dari satpam bank yang bersangkutan, hassyyuu sampeyan mas..urusan ATM beres(tinggal nunggu 1jam-an jadi kata mas CS-nya). Motor saya pacu dengan kecepatan tinggi ke arah jln.Afandi(Gejayan) untuk menuntaskan acara inti, nyetak foto, beres..trus lanjut mampir ke LIMAN di Malioboro belanja titipan seorang teman dan langsung dikirim via kantor pos besar, beres. Acara selanjutnya ngambil servisan blitz dan lensa di daerah Kasongan Bantul. Berhubung kartu servis hilang, disini harus ada acara eyel-eyelan dengan tukang servis yang entah kenapa siang itu mukanya jemotos dan kemoplok dan cangkemnya temapuk tenin buat saya, pada akhirnya servisan blom bisa diambil karena blom jadi katanya..dan besok pas ngambil saya harus menyertakan fotokopi KTP, hasssyyyuuuu meneh..apa2an ini…

Saya kira kesabaran saya diuji hanya sampe di situ, ternyata saya hanya ge er sodara-sodara..pas balik ke Bank buat ngambil ATM, ternyata blom juga bisa diambil karena satu dan dua hal..hmmm…bener-bener membuat ngelus dada rentetan kejadian hari ini…

Setelah nempil stok sabar ditoko sebelah akhirnya saya ikhlaskan hari ini menjadi hari yang sial buat saya, sewaktu dijalan pas mau pulang, tiba2 kok saya nginget2 ini hari apa..ternyata hari Rebo dengan pasaran Pahing..iseng2 saya browsing Rabu pahing, dan ternyata di tahun 2010 ini ada lumayan banyak hari Rabu Pahing yang merupakan hari jelek. Tapi ini juga cuma othak-athik mathuk saja kok, saya bukan orang yang percaya banget dengan hal-hal semacam itu, sekedar buat lucu2an aja buat bahan menertawakan diri sendiri. Bagi yang bukan orang Jowo, patut diketahui bahwa hari di kalender Jawa itu ada 5 yaitu Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing. Primbon Jawa yang berisi waktu baik, dan jelek itu terbikin berdasarkan Ilmu Titen orang jaman dulu. Ilmu Titen itu didasarkan dari niteni/memperhatikan kejadian yang berulang-ulang pada waktu yang sama.

(Setelah mereview tulisan saya ini saya kok semakin yakin kalo ini sama sekali gak penting, tapi karena udah kadung jadi yo weslah saya posting aja, daripada mubazir..)

Posted in Bacaan Ringan, Uncategorized | 4 Comments

KLANGENAN

untitled-1

Klangenan dalam bahasa Jawa bisa berarti hobi ataupun kegemaran. Lelaki Jawa jaman dulu umumnya memiliki klangenan berupa ayam jago, kuda atau burung perkutut. Klangenan bisa dijadikan simbol status sosial seseorang. Orang yang memiliki klangenan biasanya rela melakukan apapun atau menghabiskan uang berapapun untuk klangenannya itu, misalnya orang yang memiliki klangenan seorang penyanyi campursari yang semok, maka dia akan rela menghabiskan duit berapapun demi ngopeni sang penyanyi semok, atau lihat saja orang yang memiliki klangenan berupa motor gede yang harga per unitnya bisa buat beli rumah itu.

Memiliki klangenan memang menyenangkan, tidak peduli orang tua atau muda semua bisa memiliki klangenan sendiri-sendiri. Coba saja tengok Pak Marsudi dengan klangenannya ini.

Dulu saya pernah punya Tri Wahyu Lesmono(Mono), seekor kucing yang beberapa tahun kemudian mati, lalu saya juga pernah punya Joni de Franco, seekor hamster yang kini sudah pindah tangan ke sepupu saya. Saya juga pernah memberdayakan kolam kecil di kos-an saya dengan puluhan ikan lele (yang gak mungkin kan kalo dikasih nama satu-satu), yang kemudian saya sendiri gak tega untuk ikut menikmatinya pada saat dipanen bareng anak-anak kos lainnya.

Belum lama ini saya membelikan istri sepasang kelinci hias di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY). Hal ini saya lakukan karena berulangkali Istri bilang kangen sama kucingnya di rumah, sementara saya sendiri kalo deket-deket sama kucing bisa langsung bersin-bersin, jadi saya ambil jalan tengah yaitu memberinya sepasang kelinci. Kata penjualnya sih ini jenis kelinci persia, tapi saya gak gitu peduli ini jenis kelinci apa yang penting bulunya halus dan gak bikin bersin, selain itu jinak banget dan lucu. Dan begitulah, sejak saat itu saya memiliki resmi memiliki klangenan sepasang kelinci. Oleh istri saya sepasang kelinci itu dikasih nama Upin dan Ipin(gak kreatif banget memang, hahaha).

Berkat si Upin dan Ipin, studio saya akhir-akhir ini semakin rame saja, bukan rame dengan orang yang mau foto, tapi rame dengan anak-anak kecil tetangga yang pada suka dengan kelinci saya itu, hehehe..

Posted in Bacaan Ringan | 2 Comments